Pentingnya diadakan diklat dengan dipandu oleh fasilitator LPMP (WI dan pakar lain yang kompeten dalam bidangnya) dengan menggunakan metode Diskusi,Praktek,Presentasi, dll untuk melatih pendidik dan tenaga kependidikan diantaranya adalah:
1. Diklat Imtaq, berupa kegiatan untuk mengembangkan Imtaq, mengelola emosi dengan baik dan meningkatkan Emotional Spiritual Quotient (ESQ), memiliki tujuan untuk melatih peserta dalam mengembangkan kompetensi kepribadian melalui Imtaq serta mengembangkan kompetensi profesional dengan melatih peserta dalam mengintegrasikan pembelajaran yang bermuatan Imtaq.
Diklat ini ditujukan bagi semua guru,Kepala Sekolah,Wakil Kepala Sekolah,Pengawas dan Tenaga Kependidikan lainnya, materi yang disajikan antara lain:
- Konsep Dasar Imtaq
- Nilai-Nilai Imtaq dalam Pembelajaran
- Strategi Peningkatan Imtaq PTK
- Integrasi Imtaq-Iptek
- Penciptaan Suasana Sekolah yg. Kondusif
- Pelayanan Konseling Berbasis Imtaq
- Peran Kegiatan Ekstrakurikuler
- Peran Serta Masy. & Orang Tua Siswa dalam Peningkatan Imtaq
- Strategi Pemetaan Materi yg Bermuatan Imtaq
- Integrasi Pembelajaran Bermuatan Imtaq
- Strategi Pembelajaran Yang Bermuatan Imtaq
- Sumber Belajar dan Media Pembelajaran
- Penilaian Pembelajaran Bermuatan Imtaq
- Simulasi Pembelajaran Metode Lesson Study
2. Diklat pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Untuk menciptakan generasi yang berkualitas, pendidikan harus dilakukan sejak usia dini dalam hal ini melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sejak dipublikasikannya hasil-hasil riset mutakhir di bidang neuroscience dan psikologi maka fenomena pentingnya PAUD merupakan keniscayaan. PAUD menjadi sangat penting mengingat potensi kecerdasan dan dasar-dasar perilaku seseorang terbentuk pada rentang usia ini disebut dengan the golden age (usia emas). Diklat ini juga bertujuan untuk mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Peserta adalah Lembaga-lembaga penyelenggara PAUD jalur pendidikan formal dan nonformal seperti Taman Kanak-Kanak, Raudatul Athfal, Kelompok Bermain,Taman Penitipan Anak, dan Satuan PAUD yang sejenis, materi yang disajikan antara lain:
- Kebijakan PAUD
- Karakteristik layanan PAUD
- Pembelajaran PAUD
- Pedoman Silabus
- Pedoman Penilaian
- Standar Isi PAUD
3. Sosialisasi Standar Nasional Pendidikan perlu dilakukan adalah karena di dalam penyelenggaraan pendidikan kinerja sekolah masih banyak yang belum memenuhi SNP sebagaimana tertuang dalam PP No.19 Tahun 2005 Pasal 2.
Tujuannya adalah menambah pemahaman kepala sekolah dan guru serta tenaga kependidikan lainnya terhadap hakikat 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan agar kinerja sekolah menjadi lebih baik, sosialisasi ini ditujukan bagi Tenaga pendidik dan Tenaga Kependidikan lainnya dengan materi sebagai berikut:.
- Standar Isi
- Standar proses
- Standar kompetensi kelulusan
- Standar pendidik dan tenaga kependidikan
- Standar sarana dan prasarana
- Standar pengelolaan
- Standar pembiayaan
- Standar penilaian pendidikan
4. Diklat PNFI dengan pemberian materi sebagai berikut:
- Kebijakan PNFI
- Karakteristik layanan PNFI
- Pembelajaran PNFI
- Pedoman Silabus
- Pedoman Penilaian
- Pengembangan pkh masyarakat
- Pembinaan kursus
- Pendidikan kesetaraan
- Pendidikan anak usia dini (paud)
- Keaksaraan fungsional
- Pembinaan orginisasi mitra
- Pendidikan gender
5. Diklat Kesetaraan, dengan pemberian materi sebagai berikut:
- Kebijakan kesetaraan
- Model Integrasi kurikulum kesetaraan/Penyusunan KTSP Kesetaraan
- Pembelajaran kesetaraan
b. Paket B
c. Paket D
- Pedoman Silabus
- Pedoman Penilaian
- Standar Isi kesetaraan




